<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Poetraryo&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://poetraryo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://poetraryo.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik.&#34; (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2010 15:08:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='poetraryo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Poetraryo&#039;s Blog</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://poetraryo.wordpress.com/osd.xml" title="Poetraryo&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://poetraryo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Online sambil nyari dolar</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2010/03/02/online-sambil-nyari-dolar/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2010/03/02/online-sambil-nyari-dolar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 15:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/2010/03/02/online-sambil-nyari-dolar/</guid>
		<description><![CDATA[http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=poetraryo<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=117&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=poetraryo</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=117&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2010/03/02/online-sambil-nyari-dolar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit tentang cinta</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/12/04/sedikit-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/12/04/sedikit-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 15:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sedikit tentang cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat — Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=114&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat — Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.<br />
Cinta membutuhkan proses — Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. &#8220;Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,&#8221; katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena &#8220;cinta pada pandangan pertama&#8221; adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus &#8220;cinta pada pandangan pertama&#8221;, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas yang utuh.<br />
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi* — Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.</p>
<p>Cinta itu konstruktif* — Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.</p>
<p>Cinta tidak melenyapkan semua masalah* — Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang berarti tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.</p>
<p>Cinta cenderung konstan* — Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.</p>
<p>Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik* — Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya.Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.</p>
<p>Cinta tidak buta, tapi menerima* — Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.</p>
<p>Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan* — Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.</p>
<p>Cinta berani melakukan hal menyakitkan (demi yang dicintai)* — Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata &#8220;tidak&#8221; saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.</p>
<p>Source: Unknown</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=114&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/12/04/sedikit-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bidadari Surga</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/21/bidadari-surga/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/21/bidadari-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nukilan]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Namanya &#8220;Aini&#8221;. begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu &#8220;adik &#8221; terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya. Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya , banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=112&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya &#8220;Aini&#8221;. begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu &#8220;adik &#8221; terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya.</p>
<p>Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya , banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da&#8217;wah ini. Seorang muharrik da&#8217;wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.</p>
<p>Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka &#8216;Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu &#8221; lemahnya &#8221; hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku , serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri , &#8216;Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes &#8221; kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?</p>
<p>Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya . Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.</p>
<p>Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang! dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna &#8221; Alhamdulillah. .jazakillah ummi sudah membantu&#8230;mohon do&#8217;a agar diridhai Allah &#8220;</p>
<p>Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta&#8217;arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.</p>
<p>Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.</p>
<p>Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..</p>
<p>2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai &#8216;Aini mengisi sebuah ta&#8217;lim , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. &#8216;Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun me! nyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.</p>
<p>Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga &#8216;Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo&#8217;a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan &#8216;Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb..sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga &#8216;Aini.</p>
<p>&#8221; Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah.. .&#8221;</p>
<p>Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?<br />
Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepaka t memenuhi permintaan sang ikhwan.</p>
<p>Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga &#8216;Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.</p>
<p>Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat&#8230;pernikaha n yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.</p>
<p>Tepat setelah ijab kabul terucap&#8230;sang ikhwan pun mencium kening &#8216;Aini serta membacakan do&#8217;a diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A&#8217;ini. Lirih, kami pun masih mendengar &#8216;Aini berucap, &#8221; Tolong Ikhlaskan saya&#8230;..&#8221;</p>
<p>Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak! dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.</p>
<p>Dia telah menjemput seorang bidadari&#8230;</p>
<p>Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya&#8230;</p>
<p>Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi&#8230;.</p>
<p>Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya.. .</p>
<p>&#8221; ..Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan&#8230;&#8221;</p>
<p>Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya&#8230;</p>
<p>Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan&#8230;</p>
<p>Selamat jalan adikku sayang &#8230;engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan da&#8217;wah dengan ikhlas, tawadhu dan siap ber! jihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada&#8230;.&#8221;<br />
Selamat jalan &#8216;Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya&#8230;.</p>
<p>Dikutip dari milis sebelah. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang bertaqwa. Sesunguhnya senantiasa meluruskan niat karena Allah adalah sebuah proses. Semoga Allah menjaga keikhlasan kita.</p>
<p>Sumber : Milis</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=112&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/21/bidadari-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah dia jodohku??</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/21/apakah-dia-jodohku/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/21/apakah-dia-jodohku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nukilan]]></category>
		<category><![CDATA[apakah dia jodohku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Doa seorang ikhwan yang mendambakan istri shalehah &#8230;.. Yaa……Rabbi…….. Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain Wajah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=109&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Doa seorang ikhwan yang mendambakan istri shalehah &#8230;..</p>
<p dir="ltr">Yaa……Rabbi……..<br />
<em>Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku<br />
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu<br />
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam<br />
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain</em></p>
<p><em>Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting<br />
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau<br />
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya<br />
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup<br />
Sehingga hidupnya tidak sia-sia</em></p>
<p><em>Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas<br />
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku<br />
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku<br />
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau</em></p>
<p><em>Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi<br />
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki  shalehah ketika aku berada di sisinya<br />
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal<br />
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal<br />
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa<br />
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang</em></p>
<p><em>Ya..Rabbi……<br />
Aku tak meminta seseorang yang sempurna<br />
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu<br />
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya<br />
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya<br />
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya<br />
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup</em></p>
<p><em>Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.<br />
Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,<br />
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,<br />
Membangun keturunan yang sholeh,<br />
Membangun peradaban,<br />
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat</em></p>
<p><em>Karena aku sadar aku bukanlah<br />
orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,<br />
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,<br />
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu<br />
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.<br />
Aku hanyalah seorang lelaki  akhir zaman<br />
yang punya cita – cinta</em></p>
<p><em>Ya…..Rabbii …….<br />
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku<br />
Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga<br />
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku</em></p>
<p><em>Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu</em></p>
<p><em>Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya<br />
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya<br />
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,<br />
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat</em></p>
<p><em>kokohnya benteng tidak bisa dibangun  dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik<br />
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap</em></p>
<p><em>Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat<br />
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan<br />
Tapi awal sebuah langkah<br />
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian<br />
Untuk belajar kesabaran &amp; ridho-Mu, ya Rabbi</em></p>
<p><em>Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:<br />
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang  dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.</em></p>
<p><em>Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat<br />
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=109&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/21/apakah-dia-jodohku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seorang Gadis Itu&#8230;.</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/12/seorang-gadis-itu/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/12/seorang-gadis-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 16:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[gadis itu]]></category>
		<category><![CDATA[seorang gadis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/12/seorang-gadis-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis itu&#8230; Yang lembut fitrah tercipta, halus kulit, manis tuturnya, lentur hati &#8230; tulus wajahnya, setulus rasa membisik di jiwa, di matanya cahaya, dalamnya ada air, sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka, ceritera hidupnya &#8230; Seorang gadis itu &#8230; hatinya penuh manja, penuh cinta, sayang semuanya, cinta untuk diberi &#8230; cinta untuk dirasa &#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=108&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Seorang gadis itu&#8230;</strong><br />
Yang lembut fitrah tercipta, halus kulit, manis tuturnya, lentur hati &#8230; tulus wajahnya, setulus rasa membisik di jiwa, di matanya cahaya, dalamnya ada air, sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka, ceritera hidupnya &#8230;</div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
hatinya penuh manja, penuh cinta, sayang semuanya, cinta untuk diberi &#8230; cinta untuk dirasa &#8230;<br />
namun manjanya bukan untuk semua, bukan lemah, atau kelemahan dunia &#8230; ia bisa kuat, bisa jadi tabah, bisa ampuh menyokong, pahlawan-pahlawan dunia &#8230; begitu unik tercipta, lembutnya bukan lemah, tabahnya tak perlu pada jasad yang gagah &#8230;</div>
<div><strong> </strong></div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
teman yang setia, buat Adam dialah Hawa, tetap di sini &#8230; dari indahnya jannah, hatta ke medan dunia, hingga kembali mengecap ni&#8217;matNya &#8230;</div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
bisa seteguh Khadijah, yang suci hatinya, tabah &amp; tenang sikapnya, teman lah-Rasul, pengubat duka &amp; laranya &#8230; bijaksana ia, menyimpan Ã­lmu, si teman bicara, dialah Ã’ishah, penyeri taman Rasulullah, dialah Hafsah, penyimpan mashaf pertama kalamullah &#8230;</div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
bisa setabah Maryam, meski dicaci meski dikeji, itu hanya cerca manusia, namun sucinya ALLah memuji &#8230; seperti Fatimah kudusnya, meniti hidup seadanya, puteri Rasulullah &#8230; kesayangan ayahanda, suaminya si panglima agama, di belakangnya dialah pelita, cahya penerang segenap rumahnya, ummi tersayang cucunda Baginda &#8230; bisa dia segagah Nailah, dengan dua tangan tegar melindung khalifah, meski akhirnya bermandi darah, meski akhirnya khalifah rebah, syaheed menyahut panggilan Allah.</div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
perlu ada yang membela, agar ia terdidik jiwa, agar ia terpelihara &#8230; dengan kenal Rabbnya, dengan cinta Rasulnya &#8230; dengan yakin Deennya, dengan teguh Ã¡qidahnya, dengan utuh cinta yang terutama, Allah jua RasulNya, dalam ketaatan penuh setia . pemelihara maruah dirinya, agama, keluarga &amp; ummahnya &#8230;</p>
<p><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
melenturnya perlu kasih sayang, membentuknya perlu kebijaksanaan, kesabaran dan kemaafan, keyakinan &amp; penghargaan, tanpa jemu &amp; tanpa bosan, memimpin tangan, menunjuk jalan &#8230;</div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
yang hidup di alaf ini, gadis akhir zaman, era hidup perlu berdikari &#8230; dirinya terancam dek fitnah, sucinya perlu tabah, cintanya tak boleh berubah, tak bisa terpadam dek helah, dek keliru fikir jiwanya, kerna dihambur ucapkata nista, hanya kerana dunia memperdaya &#8230; kerna seorang gadis itu, yang hidup di zaman ini &#8230; perlu teguh kakinya, mantap iman mengunci jiwanya, dari lemah &amp; kalah, dalam pertarungan yang lama &#8230; dari rebah &amp; salah, dalam perjalanan mengenali Tuhannya, dalam perjuangan menggapai cinta, ni&#8217;mat hakiki seorang hamba, dari Tuhan yang menciptakan, dari Tuhan yang mengurniakan, seorang gadis itu &#8230; anugerah istimewa kepada dunia!</div>
<div><strong>Seorang gadis itu &#8230;</strong><br />
tinggallah di dunia, sebagai Ã¡bidah, dahÃ­payah &amp; mujahidah, pejuang ummah &#8230; anak ummi &amp; ayah, muslimah yang solehah &#8230; kelak jadi ibu, membentuk anak-anak ummah, rumahnya taman ilmu, taman budi &amp; ma&#8217;rifatullah &#8230;</p>
<p><strong>Seorang gadis itu &#8230; </strong><br />
moga akan pulang, dalam cinta &amp; dalam sayang, redha dalam keredhaan, Tuhan yang menentukan &#8230; seorang gadis itu dalam kebahagiaan! Moga lah-Rahman melindungi, merahmati dan merestui, perjalanan seorang gadis itu &#8230; menuju cintaNYA yang ABADI.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=108&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/12/seorang-gadis-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa????</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/04/kenapa/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/04/kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Saya menyesal setiap kali melakukan hal itu, saya malu, saya marah pada diri saya sendiri, saya merasa hina diperbudak oleh nafsu, tapi kenyataannya saya masih berulang-ulang kali melakukannya. Yang harus kita jaga adalah usaha untuk berhenti dan penyesalan, itu merupakan bagian dari proses berusaha, ikhtiar. ingat! Rasul sendiri mengakui bahwa perang yang kita hadapi saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=105&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menyesal setiap kali melakukan hal itu, saya malu, saya marah pada diri saya sendiri, saya merasa hina diperbudak oleh nafsu, tapi kenyataannya saya masih berulang-ulang kali melakukannya.</p>
<p>Yang harus kita jaga adalah usaha untuk berhenti dan penyesalan, itu merupakan bagian dari proses berusaha, ikhtiar. ingat! Rasul sendiri mengakui bahwa perang yang kita hadapi saat ini jauh lebih berat daripada perang badar yang dimenangkan Rasul dan umatnya. Perang yang kita hadapi adalah perang melawan hawa nafsu birahi, nafsu harta, dan nafsu kekuasaan.</p>
<p>Sejatinya adalah perang yang diprakarsai oleh setan secara halus, kasar, sembunyi, atau terang-terangan. Teruslah berharap agar Allah  SWT menunjukkan jalan pada kita, membimbing kita, menyertai kita, melindungi kita, agar kita senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi perang melawan setan yang terkutuk tuk tuk!!!</p>
<p>Amiiiiiiin……..mari kita berjuang, mari menjadi pemimpin atas diri kita sendiri agar tidak diperbudak oleh nafsu kita sendiri, agar tercapai maqom atau kedudukan yang mulia di sisi ALLOH, sebagai muslim/muislimat yang kaffah, Amiin…………………</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=105&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/11/04/kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Kue Cinta</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/30/resep-kue-cinta/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/30/resep-kue-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:05:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mahabbah]]></category>
		<category><![CDATA[kue cinta resep kue cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[ternyata ada kue cinta juga ya. ada yang mau buat? RESEP KUE CINTA # BAHAN: -1 pria sehat, &#8211; 1 wanita sehat, &#8211; 100% Komitmen, &#8211; 2 pasang restu orang tua, &#8211; 1 botol kasih sayang murni. # BUMBU: &#8211; 1 balok besar humor, &#8211; 25 gr rekreasi, &#8211; 1 bungkus doa, &#8211; 2 sendok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=103&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ternyata ada kue cinta juga ya. ada yang mau buat? RESEP KUE CINTA</p>
<p># BAHAN:</p>
<p>-1 pria sehat, &#8211; 1 wanita sehat, &#8211; 100% Komitmen, &#8211; 2 pasang restu orang tua, &#8211; 1 botol kasih sayang murni.</p>
<p># BUMBU: &#8211; 1 balok besar humor, &#8211; 25 gr rekreasi, &#8211; 1 bungkus doa, &#8211; 2 sendok teh telpon-telponan, (Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang)</p>
<p># TIPS: &#8211; Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang  lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan &#8211; Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin. &#8211; Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan. &#8211; Gunakan Kasih sayang cap &#8220;IMAN, HARAP &amp; KASIH&#8221; yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.</p>
<p># CARA MEMASAK: &#8211; Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas &#8211; Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata &#8211; Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta &#8211; Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas &#8211; Kue siap dinikmati</p>
<p># CATATAN: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat! Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek &#8220;Tempat Ibadah&#8221; diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat mencoba, dijamin halal… ! Selamat menikmati… saya dapat dari internet tapi lupa linknya apa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=103&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/30/resep-kue-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat lebih jauh</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/17/melihat-lebih-jauh/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/17/melihat-lebih-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 10:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nukilan]]></category>
		<category><![CDATA[Melihat lebih jauh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Kompas tgl 14 Februari 2009 Melihat lebih jauh oleh: Herry Tjahjono Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=101&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kompas tgl 14 Februari 2009</p>
<p><strong>Melihat lebih jauh</strong></p>
<p>oleh: Herry Tjahjono</p>
<p>Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman. Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction &amp; Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.</p>
<p>Kisah lain. Ada juga kisah dari teman saya, James Gwee, tentang Mr Lim yang sudah tua dan bekerja ”hanya” sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia jalankan pekerjaan membosankan itu dengan sungguh- sungguh, tekun, dan sebaik-baiknya. Ketika ditanya apakah ia tak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu, Mr Lim mengatakan, yang bertanya adalah orang yang tidak mengerti tugasnya. Bagi Mr Lim, tugas utamanya bukanlah memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu. Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah manajer senior dan top manajemen. Jika terjadi kebakaran dan ada engsel pintu yang macet, nyawa seorang manajer senior taruhannya. Jika ia meninggal, sebagai decision maker, perusahaannya akan menderita. Jika perusahaannya menderita dan misalnya bangkrut, sekian ribu karyawannya akan menderita. Belum lagi keluarganya, termasuk anak istri manajer itu.</p>
<p>Demikian jauh pandangan Mr Lim, dan ia bukan sekadar door checker. Beberapa pelajaran Christopher L Jr dan Mr Lim relatif manusia sejenis. Keduanya bukan kelas manusia sedang atau biasa (good people). Mereka jenis ”manusia besar atau manusia berlebih” (great people) meski jabatan atau pekerjaan formal di suatu saat demikian ”rendah dan biasa saja”. Sikap mental mereka jauh lebih tinggi dari jabatan dan pekerjaan formalnya.</p>
<p>Dua kisah itu memberikan beberapa pelajaran berharga. Pertama, untuk menjadi manusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya. Kemampuan dan kompetensi teknis (hard competence) boleh sama atau biasa saja, tetapi sikap mental atau soft competence yang lebih akan menentukan seseorang menjadi manusia besar atau tidak. Kedua, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita perlu berontak dan bangun dari tidur panjang selama ini, keluar dari zona nyaman good. Sebagai manusia minimalis, pekerja atau pemimpin apa adanya (yang penting job description dijalankan), target kerja atau key performance indicator (KPI) tercapai, beres! Itulah tipikal manusia biasa saja. Upaya ini memerlukan pengorbanan diri sebab hanya dengan menjadi good people seperti selama ini saja, toh tak ada yang mengusik kita, tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan seterusnya. Maka, pemberontakan untuk bebas dari kondisi good people itu harus dari diri sendiri dulu. Ingat petuah Jim Collins, good is the enemy of great. Ketiga, langkah lebih konkret selanjutnya adalah sikap mental untuk ”melihat lebih”! Christopher L Jr plumber yang ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat. Mr Lim door checker yang ingin menjamin tamu hotelnya terjaga nyawanya dari bahaya kebakaran. Melihat lebih jauh, beyond the job! Keempat, setelah mampu melihat lebih, barulah kita mampu ”memberi lebih” (giving more). Hanya dengan melihat lebih dan memberi lebih, kita mampu menjadi manusia besar yang tidak hanya bekerja sebatas KPI. Kita akan mampu bekerja dengan memberikan key values indicator (KVI), nilai-nilai lebih, mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna atau penikmat hasil kerja kita. Itulah Christopher L Jr dan Mr Lim. Rindu pemimpin besar Betapa bangsa ini rindu seorang pemimpin hasil pemilu yang layak disebut pemimpin besar, great leader. Mereka yang kini sedang giat berkompetisi dan perang iklan dengan saling sorot KPI masing-masing. Perhatikan dengan saksama, maka segenap janji kampanye, termasuk realisasinya, konteksnya masih sebatas pemenuhan KPI. Ini berlaku baik bagi yang masih berkuasa maupun mantan dan juga calon yang baru. Semua bicara tentang KPI kepemimpinan, belum menyentuh KVI kepemimpinan. Para pemimpin dan bahkan kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi ”KPI kehidupan” kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur. Padahal, untuk menjadi great people, great leader, great father, great manager, dan seterusnya, lebih diperlukan kemampuan mempersembahkan ”KVI kehidupan” kita, yang biasanya justru tidak mudah diukur. Bangsa ini sangat memerlukan Christoper L Jr dan Mr Lim sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Sebagai catatan akhir, seorang office boy yang mampu mempersembahkan KVI nilainya tak kalah dengan seorang CEO yang hanya memberikan KPI-nya. Jika kita ”mau” melihat lebih jauh, kita akan ”mampu” melangkah lebih jauh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=101&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/17/melihat-lebih-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anda ingin lebih cantik dan menarik??</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/16/anda-ingin-lebih-cantik-dan-menarik/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/16/anda-ingin-lebih-cantik-dan-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 02:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[anda ingin cantik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[# Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai &#8220;hiasan mata&#8221; anda, nescaya akan semakin bening dan jernih. # Oleskan &#8220;lipstik kejujuran&#8221; pada bibir anda, nescaya akan semakin manis. # Gunakanlah &#8220;pemerah pipi&#8221; anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman. # Pakailah &#8220;sabun Istighfar&#8221; yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=97&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p># Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai &#8220;hiasan mata&#8221; anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.</p>
<p># Oleskan &#8220;lipstik kejujuran&#8221; pada bibir anda, nescaya akan semakin manis.</p>
<p># Gunakanlah &#8220;pemerah pipi&#8221; anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.</p>
<p># Pakailah &#8220;sabun Istighfar&#8221; yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.</p>
<p># Rawatlah rambut anda dengan &#8220;Selendang Islami&#8221; yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang merbahayakan.</p>
<p># Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu&#8217; dan jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah.</p>
<p># Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung &#8220;kesucian&#8221;.</p>
<p># Bedaklah wajah anda dengan &#8220;air Wudhu&#8221; nescaya akan bercahaya di akhirat.</p>
<p>(Petikan)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=97&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/16/anda-ingin-lebih-cantik-dan-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buah Keikhlasan</title>
		<link>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/12/buah-keikhlasan/</link>
		<comments>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/12/buah-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 16:54:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>poetraryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al - Islam]]></category>
		<category><![CDATA[buah keikhlasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://poetraryo.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlas adalah satu kata yang sangat mudah diucapkan oleh setiap orang, termasuk orang munafik dan kafir sekalipun. Tetapi sejatinya kata inilah yang paling berat dan paling sulit untuk direalisasikan. Terkadang para dai mampu menjaga keikhlasan di awal perjalanan, tetapi di tengah jalan berbagai macam ujian dan cobaan menghadangnya sehingga dia menjadi kendur, luntur dan jatuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=89&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikhlas adalah satu kata yang sangat mudah diucapkan oleh setiap orang, termasuk orang munafik dan kafir sekalipun. Tetapi sejatinya kata inilah yang paling berat dan paling sulit untuk direalisasikan. Terkadang para dai mampu menjaga keikhlasan di awal perjalanan, tetapi di tengah jalan berbagai macam ujian dan cobaan menghadangnya sehingga dia menjadi kendur, luntur dan jatuh kecebur sumur riya’ dan ujub. <em>N</em><em>a’udzubillahi min dzaalik</em>.</p>
<p style="margin:6pt 0;">Akumulasi dari hati yang bersih dan akhlak yang terpuji menyatu pada keikhlasan. Sementara, tanpa keikhlasan tidak ada lagi hati dan akhlak. Hati kosong dan gersang menjadi sarang penyakit. Mulut berbusa mengeluarkan kata-kata tanpa makna. Anggota badan bekerja bagai robot kasar tanpa rasa dan hati. Sampai-sampai orang yang sekaliber Umar bin Abdul ‘Aziz r.a. pun sangat takut akan penyakit riya’. Ketika ia berceramah kemudian muncul rasa takut dan penyakit ujub, segera ia memotong ucapannya. Dan ketika menulis karya tulis dan takut ujub, maka segera merobeknya. Lalu bagaimana mungkin seorang yang disebut dai berceramah berlama-lama sementara panggilan adzan tidak dihiraukan dengan alasan yang sepele: Tanggung! Ingat, <em>“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya (syahwat), maka mereka kelak akan tersesat.”</em> (Maryam: 59)<em> </em></p>
<p style="margin:6pt 0;">Keikhlasan merupakan mutiara teramat mahal yang harus dimiliki setiap mukmin dan para dai. Mutiara yang harus senantiasa dibersihkan dari berbagai macam kotoran dan debu. Apalagi bagi qiyadah dakwah. <em>Jundiyah muthi’ah</em> (ketentaraan yang taat) dan <em>qiyadah mukhlishoh</em> (kepemimpinan yang ikhlas) itulah kedua pilar utama gerakan Islam. Keduanya harus berjalan secara padu dan harmonis untuk meraih kesuksesan harakah dakwah di medan kehidupan.</p>
<p style="margin:6pt 0;">Keikhlasan membuat beban menjadi ringan, kesusahan menjadi hiburan, musibah menjadi pembersih hati, penjara menjadi pesantren, pengusiran menjadi rihlah gerakan, harta menjadi jalan kontribusi yang signifikan, dan kekuasaan menjadi amanah perjuangan. Sungguh indah kata-kata mutiara Ibnu Taimiyah yang diungkapkan secara jujur, “Penahananku adalah perenungan, pengusiranku adalah tamasya, dan pembunuhanku adalah syahid.”</p>
<p style="margin:6pt 0;"><strong>Buah Keikhlasan </strong></p>
<p style="margin:6pt 0;">Sesungguhnya pohon keikhlasan akan menghasilkan buah keikhlasan: manis, indah, dan menyenangkan. Karena berasal dari pohon yang baik, akarnya kuat dan kokoh sedangkan cabangnya menjulang ke langit, menghasilkan buahnya setiap saat (Lihat surat Ibrahim: 24-25)</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">1. <strong>Sampai pada hakekat Islam, yaitu penyerahan total pada Allah.</strong> Berkata Ibnul Qoyyim, “Meninggalkan syahwat karena Allah adalah jalan paling selamat dari adzab Allah dan paling sukses meraih rahmat Allah. Perbendaharaan Allah, perhiasan kebaikan, lezatnya ketenangan, dan rindu pada Allah, senang dan damai dengan Allah tidak akan diraih oleh hati yang di dalamnya ada sekutu selain Allah, walaupun dia ahli ibadah, zuhud, dan ilmu. Karena Allah menolak menjadikan perbendaharaannya bagi hati yang bersekutu dan cita-cita yang berserikat. Allah memberikan perbendaharaan itu pada hati yang melihat kefakiran, kekayaan bersama Allah; kekayaan, kefakiran tanpa Allah; kemuliaan, kelemahan tanpa Allah, kehinaan, kemuliaan bersama Allah, kenikmatan, adzab tanpa Allah dan adzab adalah kenikmatan bersama Allah.”</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">2. <strong>Selamat dari cinta harta, kedudukan, dan popularitas.</strong> Dari Ka’ab bin Malik r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah dua serigala lapar dikirim ke kambing lebih merusak melebihi ambisi seseorang terhadap harta dan kedudukan.” (HR At-Tirmidzi). Ka’ab bin Malik adalah seorang sahabat yang tidak ikut Perang Tabuk karena bersantai-santai. Akibatnya dia mendapat hukuman yang berat, diboikot Rasulullah saw. dan para sahabat selama 50 hari. Tapi dia jujur dan mengatakan apa adanya pada Rasulullah saw., tidak seperti yang dilakukan oleh kaum munafik. Pada saat kondisi sulit dan dunia terasa sempit, muncul tawaran suaka politik dari Raja Ghasan. Ka’ab ikhlas menerima ujian itu dan menolak segala tawaran politik Raja Ghasan dengan segala kemewahan dan popularitasnya. Dan dia selamat, lebih dari itu peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an.</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">3. <strong>Bebas dari perbuatan buruk dan keji.</strong> Nabi Yusuf a.s. adalah salah satu contoh yang diselamatkan Allah swt. dari perbuatan keji dan mesum berkat keikhlasan beliau (lihat surat Yusuf: 24).</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">4. <strong>Ikhlas menjadikan amal dunia secara umum sebagai ibadah yang berpahala.</strong> Sesungguhnya banyak sekali amal umum yang jika kita niatkan karena Allah maka akan berpahala. Memberi makan, nafkah, dan menyalurkan hasrat seks pada istri, bersenda gurau dengan anak istri, berolah raga, rekreasi yang sehat, makan dan minum secara umum. Dari Abu Dzar r.a., sejumlah sahabat Rasulullah saw. berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah saw., para hartawan itu pergi dengan banyak pahala. Mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mengerjakan puasa sebagaimana kami puasa, dan bersedekah dengan kelebihan harta yang mereka miliki (sedang kami tidak mampu).” Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu untuk kalian yang bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah bagi kalian, setiap takbir (Allahu Akbar) sedekah bagi kalian, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah bagi kalian, setiap tahlil (laa ilaaha illallah) adalah sedekah bagi kalian. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar sedekah, dan bersetubuh adalah sedekah pula.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah di antara kami apabila menyalurkan syahwatnya (kepada istri) juga mendapat pahala?” Jawab beliau, “Tahukah kalian, jika dia menyalurkannya pada yang haram (berzina), bukankah baginya ada dosa? Demikian pula jika ia menyalurkannya pada yang halal, maka baginya berpahala.” (HR Bukhari dan Muslim)<em> </em></p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">5. <strong>Keluar dari setiap kesempitan. </strong>Kisah tiga orang yang terjebak dalam gua bukanlah sekedar kisah pelipur lara atau kisah pengantar tidur yang tanpa makna. Tiga orang yang mempersembahkan amalan unggulannya: pertama, <em>birrul walidain</em>; kedua, wafa terhadap pegawainya; dan ketiga, pengendalian syahwat yang luar biasa. Keajaiban itu terjadi karena buah keikhlasan dan keajaiban itu dapat berulang setiap saat, jika syaratnya terpenuhi: ikhlas.</p>
<p style="margin:6pt 0 6pt .25in;">Ada banyak sekali daftar kesempitan pada umat Islam. Kesempitan kemiskinan, kekurangan pangan, lapangan kerja, fitnah teroris, korupsi, pejabat yang culas, perzinahan dan pemerkosaan, mafia peradilan, premanisme dan banyak lagi pernik-pernik kesempitan. Sehingga untuk keluar dari semua kesempitan itu, dibutuhkan bukan hanya tiga orang yang ikhlas, tetapi sepuluh, seratus, seribu, sejuta, sepuluh juta, seratus juta, dan bahkan lebih dari itu.</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">6. <strong>Kemenangan dari tipu daya syetan. </strong>Diriwayatkan dari Al-Hasan berkata, “Ada sebuah pohon yang disembah manusia selain Allah. Maka seseorang mendatangi pohon tersebut dan berkata, ‘Saya akan tebang pohon itu.’ Maka ia mendekati pohon tersebut untuk menebangnya sebagai bentuk marahnya karena Allah. Maka syetan menemuinya dalam bentuk manusia dan berkata, ‘Engkau mau apa?’ Orang itu berkata, ‘Saya hendak menebang pohon ini karena disembah selain Allah.’ Syetan berkata, ‘Jika engkau tidak menyembahnya, maka bukankah orang lain yang menyembahnya tidak membahayakanmu?’ Berkata lelaki itu, “Saya tetap akan menebangnya.’</p>
<p style="margin:6pt 0 6pt .25in;">Berkata syetan, ‘Maukah aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik bagimu? Engkau tidak menebangnya dan engkau akan mendapatkan dua dinar setiap hari. Jika engkau bangun pagi, engkau akan dapatkan di bawah bantalmu.’ Berkata si lelaki itu, ‘Mungkinkah itu terjadi?’ Berkata syetan, ‘Saya yang menjaminnya.’</p>
<p style="margin:6pt 0 6pt .25in;">Maka kembalilah lelaki itu, dan setiap pagi mendapatkan dua dinar di bawah bantalnya. Pada suatu pagi ia tidak mendapatkan dua dinar di bawah bantalnya, sehingga marah dan akan kembali menebang pohon. Syetan menghadangnya dalam wujud aslinya dan berkata, ‘Engkau mau apa?’</p>
<p style="margin:6pt 0 6pt .25in;">Berkata lelaki itu, ‘Saya akan menebang pohon ini karena disembah selain Allah.’ Berkata syetan, ‘Engkau berdusta, engkau akan melakukan ini karena diputus jalan rezekimu.’ Tetapi lelaki itu memaksa akan menebangnya, syetan memukulnya, mencekik dan hampir mati, kemudian berkata, ‘Tahukah kau siapa saya?’ Maka ia memberitahukan bahwa dirinya adalah syetan.</p>
<p style="margin:6pt 0 6pt .25in;">Syetan berkata, ‘Engkau datang pada saat pertama, marah karena Allah. Sehingga saya tidak mampu melawanmu. Oleh karena itu saya menipumu dengan dua dinar. Dan engkau tertipu dan meninggalkannya. Dan pada saat engkau tidak mendapatkan dua dinar, engkau datang dan marah karena dua dinar tersebut, sehingga saya mampu mengalahkanmu.’”</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">7. <strong>Meraih kecintaan Allah. </strong>Ketika orang beriman beribadah, baik ibadah yang wajib maupun sunnah, dan dilakukan dengan ikhlas hanya karena Allah, pasti mereka meraih kecintaan Allah. Merekalah kekasih-kekasih Allah. Disebutkan dalam hadits Al-Qudsyi<em>, </em>“Jika hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan yang sunnah, maka Aku mencintainya.”<em> </em>(HR Al-Bukhari)</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">8. <strong>Meraih kecintaan manusia</strong>. Ketika Allah sudah mencintai hamba-Nya, maka seluruh makhluk dapat digerakkan untuk mencintai hamba tersebut. Rasulullah saw. bersabda, “Jika Allah Ta’ala mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril, ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.’ Jibril pun mencintai Fulan. Kemudian Jibril memanggil penduduk langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan. Oleh karena itu cintailah Fulan.’ Maka penduduk langit mencintai Fulan. Kemudian ditetapkan baginya penerimaan di bumi.” (Muttafaqun ‘alaihi).</p>
<p style="text-indent:-.25in;margin:6pt 0 6pt .25in;">9. <strong>Meraih kemenangan di dunia dan pahala yang besar di akhirat</strong> (lihat surat Ash-Shaff: 10-13). Orang beriman tentulah orang yang ikhlas dan berhak mendapat kemenangan dunia dan pahala besar di akhirat kelak.</p>
<p style="margin:6pt 0 6pt .25in;">Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga keimanan kita, menjaga keikhlasan kita dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad. Amiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/poetraryo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/poetraryo.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=poetraryo.wordpress.com&amp;blog=9226656&amp;post=89&amp;subd=poetraryo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://poetraryo.wordpress.com/2009/10/12/buah-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b38f1a7096a0047f2f5fa51bf0445164?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">poetraryo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
